SEMARANG: Jawa Tengah memiliki tujuh kawasan wisata poros yang menjadi tumpuan untuk menggaet devisa dari kalangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.
“Tujuh kawasan wisata poros kini tengah dikembangkan untuk menjadi andalan daerah tujuan wisata (DTW) di Jateng,” kata Kasubdin Pengembangan Produk Dinas Pariwisata (Diparta) Jateng, Agus Raharjo, di Semarang, Rabu.Agus mengatakan, tujuh kawasan wisata poros yang dikembangkan meliputi kawasan Solo-Selo-Borobudur (SSB), Karimunjawa, Sangiran, Dieng, Rawapening, Bonang-Binangun-Sluke (BBS), dan Objek Wisata Selatan-Selatan (OWSS).
Ia mengatakan, tujuh kawasan wisata poros itu mempunyai objek wisata langka dan daya tarik wisata kuat yang tak ditemui di wilayah lain. Selain itu, teruji oleh pasar wisata domestik/internasional, serta mampu memberikan dampak pembangunan cepat dan menyeluruh.
“Kita berharap pariwisata di Jateng mampu menjadi industri yang berbasis masyarakat, alam, budaya, meningkatkan kesejahteraan, mendorong pertumbuhan wilayah, dan berwawasan lingkungan,” katanya.
Ia menyebutkan, jumlah objek wisata di Jateng hingga tahun 2006 terdiri atas 97 objek wisata alam, 86 objek wisata buatan, dan 62 objek wisata budaya, sedangkan jumlah hotel tercatat 98 hotel berbintang dan 810 hotel melati.
“Jumlah wisatawan yang mengunjungi objek wisata di Jateng tahun 2006 mencapai 15.314.118 orang, terdiri atas wisatawan nusantara 15.123.901 orang dan wisatawan mancanegara 290.217 orang,” katanya.
“Jateng menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara tahun ini meningkat dibanding tahun 2006, seiring dengan adanya pengembangan tujuh kawasan wisata poros,” katanya. Media-Indonesia
Komentar Terakhir